KEMBALI KE ANGKUTAN UMUM
Assalamualaikum wr.wb
Salam sejahtera bagi kita semua,baik
yang sedang dilanda cobaan,masalah yang tak kunjung reda,tetap lah yakin bahwa
dibalik itu semua akan ada kebahagiaan yang menyertai.disini saya akan mencoba
mengungkap masalah didalam lalu lintas dengan tema “Kembali ke Angkutan
Umum”.kenapa saya bilang begitu?Nah simak baik-baik cerita ini,saya bertempat
tinggal di Yogyakarta,kota yang sangat ramai dan ditambah lagi dengan jumlah mahasiswa dari luar
jogja,sungguh luar biasa pagi-pagi saja
pukul 04.00 wib sudah ramai oleh suara
sepeda motor,mobil,bus,angkutan umum,dan bahkan pesawat terbang juga turut
andil meramaikan,padahal kalau kita kaitkan dengan jaman 70-an kota Yogyakarta
ini merupakan satu-satunya kota yang disebut “kota sepeda”.kenapa kota sepeda? hal itu dikarenakan pada jaman
70-an sangat jarang ditemukan orang yang mengendarai sepeda motor,mobil dan
lain sebagainya yang ada hanya menggunakan sepeda,kemana-mana naik
sepeda.sehingga pada jaman 70-an kota Yogyakarta ini sangat sejuk,bersih,bebas
polusi dan pencemaran udara, jauh dari kondisi macet dan lain sebagainya.tapi
sekarang apa? Di setiap sudut,di gang dan di daerah mana pun di jogja ini sudah
banyak terdapat kemacetan,kebisingan dan sebagainya.Hal ini disebabkan oleh
semakin banyaknya jumlah sepeda motor,mobil,bus yang berdatangan dari luar
negeri yang di eksport untuk kelancaran perekonomian Negara pengeksport dan
mencelakakan Negara pengimport itu sendiri,kenapa saya bilang begitu? Coba bayangkan kalau saja Indonesia mengimport
mobil lebih dari 1000 unit mobil per tahun? Ditambah lagi harga sepeda motor
sekarang udah seperti harga kacang goreng,hanya dengan DP tiga ratus ribu saja
sekarang sudah bisa punya sepeda motor,jadi dengan begitu bagaimana dengan
nasib si sopir angkutan umum? Apakah kita tidak berpikir kalau saja kita yang
berada diposisi bapak supir yang sedang menunggu penumpang di bawah terik
matahari kalau si tukang becak atau didalam bus yang sudah tua,dan harus
menyetorkan uang setoran kepada sipemilik bus ,becak,atau bajay mungkin,kadang pulang
tanpa setoran keistri dikarenakan minim nya penumpang sehari-hari dan akhirnya
apalagi yang akan terjadi selain,kemiskinan,kelaparan kemelaratan dan keterbelakangan yang akan
dihadapi oleh rakyat Indonesia ini khususnya.selain itu jalanan juga semakin
macet dan pastinya jika jumlah kendaraan semakin tinggi maka kemungkinan polusi
udara dan polusi suara itu akan semakin besar dan bahkan bisa mengakibatkan
kerugian yang sangat fatal bahkan nyawa manusia juga akan terancam.kenapa tidak
? mari kita bayangkan sejenak dengan bertambahnya jumlah kendaraan maka gas CO dan asap di udara juga semakin tinggi
apabila gas CO diudara semakin tinggi otomatis akan menimbulkan penipisan
lapisan ozon,dengan menipisnya lapisan ozon akan mengakibatkan pemanasan global
jadi setelah pemanasan global mengakibatkan es di kutub utara mencair dan bisa
menenggelamkan pulau-pulau kecil,itu lah akibat ulah dari manusia,semakin
tinggi pengetahuan manusia tentang IPTEK memang semakin meningkatkan taraf
hidup manusianya tapi tekadang kita tidak sadar akibat yang paling berbahaya dari
iptek itu sendiri.jadi bagaimana menurut anda mengenai masalah besar ini ?
apakah kita yang sudah mengetahui dampak dari itu semua akan tetap diam
berpangku tangan? Atau hanya diam menunggu masalah yang lebih mengerikan lagi?
Atau kita menunggu orang lain? Memang saya mengakui dalam mengubah cara pikir
orang banyak itu sangat susah apalagi di jaman sekarang ini khususnya
diperkotaan tak ada lagi yang peduli dengan lingkungan,mereka hanya memikirkan
diri sendiri ”sing penting aku sakeluargaku
iso maem “ di zaman sekarang ini sangat jarang ditemukan orang yang sempat memikirkan lingkungan
hidup.dalam sebuah cerita dari bapak-bapak supir angkot pak ucok dan pak ujang:
“dibawah terik matahari disuatu
terminal didekat pasar bringharjo pak ucok dan pak ujang sedang berdebat
tentang minim nya penumpang mereka kemudian dihampiri oleh seorang mahasiswa
pendidikan biologi dari UIN sunan kalijaga Yogyakarta”
Pak ucok :alaaahh
panas sekali ya pak ujang siang ini,sudah serasa kayak di neraka ini!!!
Pak ujang:bah… betul sekali pak ucok bukan siang ini saja menurutku pak tapi sudah hampir satu minggu ini kalau sudah jam segini pasti matahari itu selau memancarkan sinar yang bisa membuat mendidih kepala botak ku ini.hahahaha
Pak ujang:bah… betul sekali pak ucok bukan siang ini saja menurutku pak tapi sudah hampir satu minggu ini kalau sudah jam segini pasti matahari itu selau memancarkan sinar yang bisa membuat mendidih kepala botak ku ini.hahahaha
Pak ucok :(sambil
tertawa) sudah berapa banyak penumpang yang kamu dapatkan pagi ini? Kalau saya
boro-boro dapat penumpang,mindahin angkot ini saja dari tadi pagi belum
ada.alahh…alahh… bagaimana pulak ini,setoran buat bos saja tidak ada apalagi
setoran buat istri dirumah..(sambil menghela napas)
Pak ujang :(sambil
meminum sisa kopi)memang pak ucok sekarang ini para penumpang sudah jarang ada
yang mau naik angkot,banyak sakali alasan mereka ada yang angkotnya butut sudah
tua lah,banyak copet lah,panas dan bau dan apalah,apalagi anak sekolahan zaman
sekarang ini tak ada lagi yang mau naik angkot seperti angkot kita-kita ini
mereka semua milih angkot yang supirnya anak muda dan gaul dan juga angkot yang bagus dan ada music-music
anak muda zaman sekarang ini.itu lo lagunya cinta satu malam itu.
Pak ucok :betul
sekali itu pak ujang apalagi zaman sekarang ini dengan uang tiga ratus ribu
saja para kariawan-kariawan sudah bisa punya sepeda motor,dan bisa menyicil
sampe bebrapa tahun lamanya,jadi buat apa lagi naik angkot butut kita-kita ini.kalau
keadaan terus seperti ini bagaimana dengan nasib anak istri kita bakalan tidak bisa makan dan
sekolah.bagaimana sihh kebijakan bapak presiden dan para pejabat-pejabat Negara
yang sedang ongkang-ongkang kaki di kursinya sana.tidak kah mereka pikirkan
nasib para rakyat kecil seperti kita ini??? Siapa yang perlu disalahkan dalam
hal ini?
Pak ujang :saya
juga bingung siapa yang harus disalahkan yaa.. itulah nasib mereka punya uang
dan bisa kredit sepeda motor ,memang sudah nasib kita mungkin pak jadi rakyat
jelata seperti ini.kalau saya juga punya uang mah saya bakalan ikut kredit
sepeda motor,tapi boro-boro deh,buat makan saja susah.
Pak ucok :bapak
salah,,para pejabat-pejabat Negara lah yang perlu disalahkan dalam hal
ini,kenapa coba mereka diam saja ketika banyak perusahaan membeli sepeda
motor,mobil,pesawat,kereta sebanyak-banyaknya dari luar negeri,kalau saja
mereka membuat kebijakan dengan
membatasi jumlah kendaraan yang boleh diimport dari luar negeri sebenarnya
angkot yang bapak tarik bisa mendapat pemumpang,tapi apa kenyataanya yang ada
malah kosong seperti ini.
Pak ujang :wah..wahh
wahh bagus sekali cakap kau itu lae,belajar dari siapa pak? Kalau boleh
ajarilah saya?
Pak ucok :(sambil
tertawa) saya belajar itu dari anak saya yang masih kelas lima SD nama nya
Jaka,setiap hari dia selalu membaca kata-kata itu sampai-sampai saja bisa luar
kepala menghapalinnya.
pak ujang :bapak
punya anak juga ya,wahh..wahh..wahh hebat kali anak sampean itu,nanti kalau
sudah besar dan sukses bilang sama anak mu itu supaya jangan sampai lupa dengan
orang kecil seperti kita ini.
Pak ucok :lhaa
iya dong ,saya selalu mendidik anak saya dengan hal-hal yang baik saya selalu
berpesan sama anak saya itu supaya jagan sombong kalau sudah berhasil.
(pak
ujang membalas sambil tertawa ,kemudian ada seorang mahasiswa yang menghampiri
mereka dan duduk mendengarkan pembicaraan mereka)
Mahasiswa :panas
ya pak??? (sambil mengipas-ngipaskan selembaran kertas ditangannya)
pak ucok :iya
dari tadi kami sedang membahas itu dengan pak ujang ini,tapi sampai ke masalah
presiden dan lain-lain,hahahaha,,siang-siang ngapain disini nak? Gak kuliah?
Mahasiwa :ohh
begitu.perkenalkan pak nama saya Hasan,mahasiswa dari pendidikan biologi UIN
SUKA,saya disini mau membagikan brosur ini kepada para supir angkot,dan dari
tadi saya memperhatikan dan agak sedikit menyimak pembicaraan bapak-bapak ini.mengenai
masalah panas,minimnya penumpang yang mau naik angkot,sampai ke masalah
presiden dan pejabat Negara.
Pak ujang :iiya
memang benar dari tadi kami membahas hal itu,habis tidak ada kerjaan sambil
menunggu para penumpang yang mau naik.dan mengenai brosur yang nak hasan ingin
bagikan bolehkah kami mengetahuinya ?apalagi tadi nak hasan bilang untuk para
supir angkot!!
Mahasiswa :oohh
boleh pak silahkan ambil saja sebanyak mungkin (sambil menyerahkan brosur itu
kepada pak ujang dan pak ucok) jadi begini pak saya ditugas kan dari program
studi saya untuk mencari penyelesaian dari sebuah masalah yang berhubungan
dengan pemanasan global dan saya mencoba mencari penyelesaian dengan tema
“kembali ke angkutan umum” dan untungnya saya dipertemukan dengan bapak-bapak
disini supaya bisa merespons maksud saya ini.
pak ujang :maksudnya
bagaimana si nak? Bapak ora dong iki,wong bapak tamat SD saja tidak bagaimana
mau mengerti hal seperti ini,(sambil memperhatikan brosur-brosur itu)
mahasiswa :tenang
pak saya akan menjelaskannya terlebih dahulu,jadi gini pak kita semua tau bahwa
sudah hampir tiga minggu ini setiap hari selalu panas,itu dikarenakan semakin
banyaknya jumlah kendaraan diIndonesia ini,coba bapak bayangkan jika hampir
lima ribu kendaraan dibeli oleh rakyat Indonesia per tahunnya,yang terjadi
adalah meningkatnya gas Co di udara asap-asap kendaraan yang mengakibatkan
terjadinya pemanasan global,dan kalau saja pemanasan global terjadi maka
akibatnya sangat berbahaya.dan juga kalau
semakin banyak kendaraan yang dimiliki masyarakat sepeda motot contohnya
maka angkot ,becak,bus dan segala angkutan umum pasti bakalan tidak laku.nah
disini saya mau mengajak masyarakat untuk mari memperbaiki pola hidup
kita,mulai lah dari diri sendiri dan dari hal yang paling kecil saja dulu .
pak ujang :wahh
hebat sekali kamu nak.memang itu lah perbedaan antara pemikiran orang yang sekolah
dengan orang yang tidak sekolah.lalu bagaimana selanjutnya,maksud dari hal yang
paling kecil saja itu apa nak?
Mahasiswa :ahh
bapak ini bisa saja,maka dari itu saya disini untuk mengajak bapak-bapak untuk
memulainya.sebagai contoh mari kita sebarkan brosur ini kepada tetangga
,dijalanan dan kepada para pengendara motor,agar mereka baca dan memahami
apasih dampak dari penggunaan sepeda motor yang berlebih,dan mari kita ajak
mereka memperbaikinya.
Pak ucok :wahh,,
kalau begitu saya sudah mengerti nak hasan apa tugas saya sekarang.siap pak
guru kami akan melaksanakannya .demi keberlangsungan hidup kita bersama.
Mahasiswa :terimakasih
banyak bapak-bapak atas tanggapannya.semoga rencana kita ini berhasil.aminnn
Demikian cerita tentang pembicaraan
antara seorang mahasiswa dengan bapak-bapak supir angkot.setelah kita simak
dari cerita tersebut apa yang bisa kita simpulkan? Nah dari cerita itu kita sebagai
mahasiswa yang dianggap unggul dan maha tau oleh masyarakat mari kita lakukan
perubahan dan pembaharuan kepada masyarakat dengan mengabdikan diri kita kepada
kepentingan masyarakat,menolong nasib para sopir angkutan umum dan meningkatkan
kemajuan pendidikan diIndonesia dengan langkah kembali ke angkutan umum,saya
yakin banyak dari saudara sekalian yang sudah enggan naik angkutan umum semisal
kalu hendak pulang kampung ke Sumatera lebih baik naik pesawat terbang ,kan
lebih cepat,elit,tidak ada copet,pakai AC dan mewah atau mungkin naik kereta yang
hendak mudik atau pun naik sepeda motor.kita sering melihat bahwa semua stasiun
tv kalau sudah musim mudik saja semua menayangkan mengenai kemacetan
dimana-mana,itukan karena kesalahan kita sendiri kalau saja semua yang mudik
tidak mengendarai sepeda motor tetapi nail bus atau angkutan umum,otomatis
jalan tidak akan macet karena kebanyakan penyebab kemacetan itu adalah semakin
galaknya pengendara sepeda motor yang tiap tahun jumlahnya semakin meningkat
,dan kalau misalnya masalah banyak copet didalam angkutan umum maka itu adalah
tanggung jawab kita sendiri untuk menjaga barang kita,karena saya yakin “tidak ada asap kalau tidak ada api”artinya tidak akan ada
pencopetan kalau tidak kita sendiri yang mengundangnya.jadi dengan cara itu
selain membantu mengurangi kemacetan dijalanan tetapi kita dapat meningkatkan
taraf hidup orang-orang yang bergantung pada angkutan umun seperti supir
misalnya mereka dapat membiayai kebutuhan hidup dan sekolah keluarganya,dengan
seperti itu kita juga membantu pemerintah untuk mengatasi berbagai masalah
Negara, kita juga bisa menjaga lingkungan tempat tinggal kita ini dari polusi
udara dan polusi suara dan dapat mengurangi pemanasan global,selain itu kita
juga bisa membantu perekonomian Negara karena dengan mengurangi jumlah
kendaraan kita juga mampu mengurangi masalah bahan bakar minyak atau BBM dan
saya yakin tidak susah melakukan langkah seperti ini kalau dimulai dari
kesadaran diri sendiri dan saling mengingatkan satu sama lain agar tidak egois
dalam hidup ini karena ada ayat Al-Qur’an yang artinya ”berlomba-lomba lah
kalian umatKu dalam berbuat kebajikan didunia ini,dan janganlah kamu berbuat
kerusakan,sesungguhnya Allah mencintai orang-ornag yang berbuat kebajikan”.jadi sangat jelas bahwa dalam agama
islam itu sanagt dijelaskan bahwa jangan lah kita sebagi umat yang hidup
didunia ini berbuat kerusakan tetapi jaga dan lestarikan lah apa yang telah
diciptakan oleh Allah kepada kita.jadi mari kita bersama-sama mengubah cara
hidup kita menuju yang lebih baik. Wassalamualaikum wr.wb
BIODATA
Nama :
Yusni Lestari siregar
Alamat :jln
ORI I/5a Papringan Yogyakarta
Ho hp :089613477104
Alamat email :yusnilestari3@gmail.comAlamat fb: Yusnie Chiregarr Cmunt
Fak/jurusan :fakultas sains dan teknologi Uin sunan kalijaga Yogyakarta jurusan pendidikan biologi
Fak/jurusan :fakultas sains dan teknologi Uin sunan kalijaga Yogyakarta jurusan pendidikan biologi