BAB
II
PEMBAHSAN
1.Pengertian dasar Pencemaran air
Planet
bumi sebagian besar terdiri atas air karena luas daratan memang lebih kecil di
bandingkan dengan luas lautan.makhluk hidup yang ada dibumi ini tidak dapat terlepas
dari kebutuhan akan air.air merupakan kebutuhan utama bagi proses kehidupan di
bumi ini.Tidak akan ada kehidupan seandainya dibumi ini tidak ada air.Air yang
relative bersih sangat didambakan oleh manusia karena baik untuk keperluan
hidup sehari-hari,untuk keperluan industry,untuk kebersihan sanitasi
kota,maupun untuk keperluan pertanian dan lain sebagainya.
Dewasa ini air menjadi masalah yang perlu
mendapat perhatian yang seksama dan cermat.Untuk mendapatkan air yang
baik,sesuai dengan standart tertentu,saat ini menjadi barang yang mahal karena
air sudah banyak tercemar oleh bermacam-macam limbah dari hasil kegiatan
manusia,baik limbah dari kegiatan rumah tangga maupun dari limbah dari kegiatan
industry dan kegiatan lainnya.
Untuk menetapkan standar air yang
bersih tidaklah mudah karena tergantung pada banyak factor penentu.faktor penentu tersebut antara lain
adalah:
a.kegunaan
air
·
Air untuk minum
·
Air untuk keperluan rumah tangga
·
Air untuk industry
·
Air untuk mengairi sawah
·
Air untuk kolam perikanan,dll
b.asal
sumber air
·
Air dari mata air dipegunungan
·
Air danau
·
Air sungai
·
Air sumur
·
Air hujan dll
Walaupun
penetapan standart air yang bersih tidak mudah ,namun ada kesepakatan bahwa air
yang bersih tidak ditetapkan pada kemurnian air akan tetapi didasrkan pada
keadaan normalnya.apabila terjadi penyimpanagan dari keadaan normal maka hal
itu berarti air tersebut telah mengalami pencemaran.Air dari mata air
dipegunungan,apabila lokasi pengambilannya lain,akan menghasilkan keadan normal
yang lain pula.
Air yang ada dibumi ini tidak pernah
terdapat dalam keadaan murni bersih ,tetapi selalu ada senyawa atau
mineral(unsure) lain bumi ini telah tercemar.sebagai contoh,air yang diambil
dari mata air dipegunungan dan air hujan.keduanya dapat dianggap sebagai air
yang bersih,namun senyawa atau mineral (unsure) yang terdapat didalamnya
berlainan seperti tampak pada keterangan berikut ini:
Air
hujan mengandung SO4,Cl,NH3,CO2,N2,C,O2,debu
Air
dari mata air mengandung Na,Mg,Ca,Fe,O2
Selain dari pada itu air sering kali
juga mengandung bakteri atau mikroorganisme lainnya.air yang mengandung bakteri
atau mikroorganisme tidak dapat langsung digunakan sebagai air minum tetapi
harus direbus dulu agar bakteri dan mikroorganisme nya mati.Pada batas-batas
tertentu air minum justru diharapkan mengandunng mineral agar air itu terasa
segar.Air murni tanpa mineral justru tidak enak untuk diminum.
Berdasarkan uraian tersebut diatas
dapat dipahami bahwa air tercemar apabila air tersebut telah menyimpang dari
keaadaan normal nya.Keadaan normal air masih tergantung pada factor penentu
yaitu kegunaan air itu sendiri dan asal
sumber air.Ukuran air disebut bersih dan tidak tercemar tidak ditentukan oleh
kemurnian air.
1.
Indikator
pencemaran air
Air merupakan kebutuhan pokok bagi kehidupan
manusia dibumi ini sesuai dengan kegunaannya,air dipakai sebagai air
minum,untuk mandi dan mencuci air untuk mengari pertanian dan
lain-lain.kegunaan air seperti tersebut dimuka termasuk sebagai kegunaan air
secara konventional.
Selain kegunaan air secara conventional air juga
diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia yaitu untuk menunjang
kegiatan industru dan tegnologi.Dalam kegiatan industry dan teknologi air
digunakan antara lain sebagai berikut:
§ Air
proses
§ Air
kontiniu
§ Air
ketel uap penggerak turbin
§ Air
utilitas dan sanitasi
Apabila
iar yang dipelukan dalam kegioatan industri dan teknologi itu dalam jumlah yang
cukup besar,maka perlu dipikirkan dari mana air tersebut diperoleh.Pengambilan
air dari sumber air tidak boleh mengganggu keseimbangan air lingkungan.Faktor
keseimbangan air lingkungan ini tidak hanya berkaitan dengan jumlah volume
(debit)air yang digunakan saja,tetapi yang lebih penting lagi adalah bagaimana
menjaga agar air lingkungan tidak menyimpang dari keadaan nornalnya.
Didalam kegiatan industri dan teknologi
air yang telah digunakan (air limbah industri)tidak boleh langsung dibuang
kelingkungan karena dapat menyebabkan pencemaran.Air tersebut harus diolah
terlebih dahulu agar mempunyai kualitas yang sama dengan kualiatas air
lingkungan .Jadi air limbah industru harus mengalami proses daur ulang sehingga
dapat digunakan lagi atau di buang kembali kelingkungan tanpa menyebabkan
pencemaran air lingkungan.Apabila semua
kegiatan industry dan teknologi memperhatiakan dan melaksanakan pengolahan air
limbah industry dan masyarakat umum juga tidak membuang limbah secara
sembarangan maka masalah pencemaran air sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan.Namun
dalam kenyataan nya masih banyak industri yang membuang limbah ny kelingkungan
melalui sungai,danau,atau langsung ke laut.Pembuangan air limbah secara
langsung kelingkunagan inilah yang menjadi penyebab utama terjadinya pencemaran
air.Limbah yang masuk ke air lingkungan menyebabkan terjadinya penyimpangan
dari keadaan normal air dan ini berarti suatu pencemaran.
Indikator
atau tanda bahwa air lingkungan telah tercemar adalah adanya perubahan atau
tanda yang dapat diamati melalui :
§ Adanya
perubahan suhu air
§ Adanya
nya perubahan ph atau konsentrasi ion hydrogen
§ Adanya
perubahan warna,bau,dan rasa air
§ Timbulnya
endapan,koloida,bahan terlarut
§ Adanya
mikroorganisme
§ Meningkatnya
radioaktivitas air lingkungan.
Adanya
tanda atau perubahan tersebut diatas menunjukan bahwa air telah tercemar.
v Perubahan suhu air
Dalam
kegiatan industry sering kali suatu proses disertai dengan timbulnya panas
reaksi atau panas dari suatu gerakan mesin.Agar proses industry dan mesin mesin
yang menunjang kegiatan tersebut dapat berjalan baik maka panas yang terjadi
harus dihilangkan.Penghilangan panas dilakukan dengan proses pendinginan
air.Air pendingin akan pengambil panas yang terjadi.Air yang menjadi panas
tersebut kemudian dibuang kelingkungan.Apabila air yang panas tersebut dibuang
kesungai maka air sungai akan menjadi panas.air sungai yang suhunya naik akan
menggangu kehidupan hewan air dan organism air lainnya karena kadar oksigen
yang terlarut dalam air akan turun bersamaan dengan kenaikan suhu.Padahal
setiap kehidupan memerlukan oksigen untuk bernapas.oksigen yang terlarut dalam
air berasal dari udara yang secara lambat terdifusi kedalam air.Makin tinggi
kenaikan suhu air makin sedikit oksigen yang terlarut didalamnya.
v Perubahan ph atau konsentrasi ion
hydrogen
Air
normal yang memenuhi syarat untuk suatu kehidupn berkisar antara 6,5-7,5.Air
dapat bersifat asam atau basa tergantung pada besar kecilnya ph air atau besar
nya konsentrasi ion hydrogen didalam air.air yang mempunyai ph lebih kecil dari
ph normal akan bersifat asam,sedangkan air yang mempunyai ph lebih besar dari
ph normal akan bersifat basa.Air limbah dan bahan buangan dari kegiatan
industry yang dibuang kesungai akan mengubah ph air yang pada akhir nya dapat
menggangu kehidupan organism didalam air.
v Perubahan warna,baud an rasa air
Bahan
buangan dan air limbah dari kegiatan industri yang berupa bahan anorganik dan
bahan organic sering kali dapat larut didalam air.apabila bahan buangan dan air
limbah industry dapat larut dalam air maka akan terjadi perubahan warna air
dalam keadaan normal dan bersih tidak akan berwarna,sehingga tampak bening dan
jernih.Tingkat pencemaran air tidak mutlak harus tergantung pada warna
air,karena bahan buangan industry yang memberikan warna belum tentu lebih
berbahaya dari bahan buangan industry yang tidak memberikan warna.Seringkali
zat-zat yang beracun justru terdapat didalam bahan buangan industry yang tidak
mengakibatkan perubahan warna pada air sehinnga airtetap tampak jernih.
Bau
yang keluar dari dalam air dapat langsung berasal dari bahan buangan atau imbah
dari kegiatan industry atau dapat pula berasal dari hasil degradasi bahan
buangan oleh mikroba yang hidup di dalam air. Bahan buangan industry yang
bersifat organic atau bahan buangan dari limbah kegiatan industry pengolahan
bahan makanan seringkali menimbulkan bau yang sangat menyengat di hidung. Mikroba
di dalam air akan mengubah bahan buangan organic terutama gugus protein, secara
degradasi menjadi bahan yang mudah menguap dan berbau. Timbulnya bau pada air
lingkungan secara mutlak dapat dipakai sebagai salah satu tanda terjadinya
tingkat pencemaran air yang cukup tinggi.
Air normal yang dapat digunakan untuk
suatu kehidupan pada umumnya tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa.
Apabila air mempunyai rasa (kecuali air laut) maka hal itu berarti telah
terjadi pelarutan sejenis garam-garaman. Air yang mempunyai rasa biasanya
berasal dari garam-garam yang terlarut. Bila hal in terjadi, maka berarti juga
telah ada pelarutan ion-ion logam yang dapat mengubah konsentrasi ion hydrogen
dalam air. Adanya rasa pada air umumnya diikuti pula dengan perubahan pH air.
v Timbulnya endapan, koloid, dan
bahan terlarut
endapan
dan koloidal serta bahan terlarutberasal dari adanya bahan buangan industri
yang berbentuk padat.Bahan buangan industry yang berbentuk padat kalau tidak
dapat larut sempurna akan mengendap didasar sungai dan yang dapat larut
sebagian akan menjadi koloidal.Endapan dan koloidal yang melayang didalam air
akan menghalangi masuknya sinar matahari kedalam lapisan air.Padahal sinar
matahari sangat diperlukan oleh mikroorganisme untuk melakukan proses fotosintesis.Jika
tidak ada matahari maka kehidupan akan terganggu.
Apabila endapan dan koloidal yang
terjadi berasal dari bahan buangan organik,maka organisme,dengan bantuan
oksigen yang terlarut dalam air,akan melakukan degradasi bahan organik tesebut
sehingga menjadi bahan yang lebih sederhana. Dalam hal ini kandungan oksigen
yang terlarut di dalam air akan berkurang sehingga organism lain yang
memerlukan air akan terganggu pula. Banyaknya oksigen yang diperlukan untuk
proses degradasi biokimia disebut dengan Biologycal
Oxygen Demand atau disingkat BOD. Pembahasan lebih lanjut tentang BOD dapat
dilihat pada bagian lain.
Kalaun
bahan buang industri berupa bahan anorganik yang dapat larut maka air akan
mendapat tambahan ion-ion logam yang berasal dari bahan anorganik tersebut.
Banyak bahan anorganik yang memberikan ion-ion logam berat yang pada umumnya
bersifat racun, seperti Cd, Cr, Pb.
v Mikroorganisme
Seperti
telah dibahas pada bagian sebelumnya, bahwa mikroorganisme sangat berperan
dalam proses degradasi bahan buangan dari kegiatan industri yang dibuang ke air
lingkungan, baik sungai danau, maupun laut. Kalau bahan buangan yang harus
didegredasi cukup banyak, bearti mikroorganisme akan ikut berkembang biak. Pada
perkembangbiakan mikroorganisme ini tidak tertutup kemungkinan bahwa mikroba
pathogen ikut berkembang pula. Mikroba pathogen adalah penyebab timbulnya
berbagai macam penyakit.
v Meningkatnya Radioaktivitas Air
Lingkungan
Mengingat bahwa zat radioactive
dapat menyebabkan berbagai macam kerusakan biologis apabila tidak ditangani
dengan benar baik melalui efek langsung maupun efek tertunda, maka tidak
dibenarkan dan sangat tidaketis bila ada yang membuang bahan sisa radioactive
ke lingkungan. Walaupun secara ilmiah radioakifitas lingkungan sudah ada sejak
terbentuknya bumi ini, namun kita tidak boleh menambah radioakifitas lingkungn
dengan membuang secara sembarangan bahan sisa radioaktif kelingkungan.
3.Komponen Pencemaran
Air
Berbagai
macam kegiatan industry dan teknologi yang ada saat ini apabila tidak disertai
dengan program pengelolaan limbah yang baik akan memungkinkan terjadinya
pencemaran air. Bahan buangan dan air linbah yang berasal dari kegitan industry
adalah penyebab utama terjadinya pencemaran air. Komponen pencemaran air itu
dikelompokan menjadi:
A. Bahan
buangan padat
B. Bahan
buangan organic
C. Bahan
buangan anorganik
D. Bahan
buangan olahan bahan makanan
E. Bahan
buangan cairan berminyak
F. Bahan
buangan zat kimia
G. Bahan
buangan berupa panas
A.
Bahan
Buangan Padat
Bahan buangan padat
yang dimaksudkan adalah bahan buangan yang berbentuk padat, baik uyang kasar
(butiran besar) maupun yang halus (butiran kecil). Kedua macam bahan buangan
padat tersebut apabila dibuang ke air lingkungan (sungai) maka kemungkinan yang
dapat terjadi adalah:
a.
Pelarut
bahan buangan padat oleh air
Apabila
bahan buangan padat larut di dalam air, maka kepekatan air atau berat jenis
cairan akan naik. Adakalnya pelarutan bahan buangan padat ke dalam air akan
disertai pula dengan perubahan warna air. Air yang mengandung larutan pekat dan
berwarna gelap akan mengurangi penetrasi sinar matahari ke dalam air.
b.
Pengendapan
bahan buangan padat di dasar air
Kalau bahan buangan
padat berbentuk kasar (butiran besar) dan berat serta tidak larut dalam air
maka bahan buangan tarsebut akan mengendap ke dasar sungai. Dengan adanya
endapan tersebut dapat menghalangi sumber makanan yang ada di dasar sungai
sehingga jumlah makanan bagi ikan menjadi berkurang. Populasi ikan akan
menyusut.
c.Pembentukan
koloidal yang melayang dalam air
Koloidal terjadi karena
bahan buangan padat yang berbentuk halus (butiran kecil) sebagian ada yang
larut dan sebagian lagi tidak dapat larut dan tidak dapat mengendap, jadi
koloidal ini melayang di dalam air sehingga air menjadi keruh.
B.Bahan
Buangan Organik
Bahan buangan organic pada
umumnya berupa limabah yang dapat membusuk atau terdegradasi oleh
mikroorganisme. Oleh karena itu bahan buangan organic dapat membusuk maka akan
sangat bijaksana apabila bahn buangan yang termasuk kelompok ini tidak dibuang
ke air lingkungan karena akan dapat menaikan populasi mikroorganisme ke dalam
air. Bahan buangan organic sebaiknya dikumpulkan untuk diproses menjadi pupuk
buatan (kompos).
C.Bahan
Buangan Anorganik
Bahan
buangan anorganik pada umumnya berupa limbah yang tidak dapat membusuk dan sulit
didegradasi oleh mikrkoorganisme. Apanila bahan buangan anorganik ini masuk ke air lingkungan maka akan terjadi
peningakatan jumlah ion logam di dalam air, yang melibatkan penggunaan
unsur-unsur logam seperti Timbah (Pb), Arsen (As), Kaddnium (Cd), Air raksa
(Hg), Kroom (Cr), Nikel (Ni), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), Kobalt (Co), dan
lain-lain. Industry elektronika, electroplating danindustri kimia banyak
menggunakan unsure-unsur logam tersebut di atas.
Kandungan
ion kalsium (Ca) dan ion Magnesium (Mg) di dalam air menyebabkan air bersifat
sadah. Kesahan air yang tinggi dapat
merugikan karena dapat merusak peralatan yang terbuat dari besi, yaitu melalui
prosespengkaratan (korosi).
Air
sadah juga mudah menimbulkan endapan atau kerak pada peralatan proses, seperti
tangki/bejana air, ketel uap, pipa penyaluran dan lain sebagainya. Apabila
ion-ion logam yang terjadi di dalam air berasal dari logam berat maupun logan
bersifat racun seprti timbale (Pb), Arsen (As), dan air raksa (Hg), maka air
yang mengandung ion-ion logam tersebut sangat bahaya bagi tubuh manusia. Air
tersebut tidak dapat digunakan sebagai air minum.
D.Bahan
Buangan Olahan Bahan Makanan
Sebenarnya
bahan buangan olahan bahan makanan dapat juga dimasukkan ke dalam kelompok
bahan buangan organik ; namun dalam hal ini sengaja dipisahkan karena bahan
buangan olahan bahan makanan sering kali menimbulkan bau busuk yang menyengat
hidung. Oleh karena bahan buangan ini bersifat borganik maka mudah membusuk dan
dapat terdegradasi oleh mikroorganisme. Apabila bahan buangan olahan bahan
makanan mengandung protein dan gugus amin (pada umumnya memang mengandung
protein dan gugus amin) maka pada saat didegradasi oleh mikroorganisme akan
terurai menjadi senyawa yang menguap dan berbau busuk.
Air lingkunan yang mengandung bahan
buangan olahan bahan makanan akan mengandung banyak mikroorganisme, termasuk
pula di dalamnya bakteri pathogen. Mengingat akan hal ini maka pembuangan
limbah yang berasal dari industry pengolahan bahan makanan perlu mendapat
pengawasan yang seksama agar bakteri pathogen yang berbahaya bagi manusia tidak
berkembang biak ke dalam air lingkungan.
E.Bahan Buangan Cairan
Berminyak
Bahan buangan cairan
berminyak yang dibuang ke air lingkungan akan mengapung menutupi permukaan air.
Kalau bahan buangan cairan berminyak mengandung senyawa yang volatile maka akan
terjadi penguapan dan luasan permukaan minyak yang menutupi permukaan air akan menyusut.
Penyusutan luasan permukaan ini tergantung pada jenis minyaknya dan waktu.
Lapisan minyak yang menutupi permukaan air dapat juga terdegradasi oleh
mikroorganisme tertentu, namun memerlukan waktu yang cukup lama.
F.Bahan
buangan zat kimia
Bahan buangan zat kimia
banyak ragamnya,tetapi yang dimaksud dalam kelompok ini adalah bahan pencemar
air yang berupa:
Ø Sabun
(deterjen,syampo dan bahan pembersih lainnya)
Ø Bahan
pemberantas hama (insektisida)
Ø Zat
warna kimia
Ø Larutan
penyamak kulit
Ø Zat
radioaktif
Keberadaann
bahan buangan zat kimia tersebut didalam air lingkungan jelas merupakan
Racun
yang mengganggu dan bahkan dapat mematikan hewan air,tanaman air dan juga
mungkin manusia.
2. Pengertian COD dan BOD
Kehidupan
mikroorganisme,serpti ikan dan hewan air lainnya,tidak terlepas dari kandungan
oksigen yang terlarut didalam air.Air yang tidak mengandung oksigen tidak akan
memberikan kehidupan bagi mikroorganisme,ikan dan hewan air lainnya,oksigen
yang terlarut didalam air sangat penting artinya bagi kehidupan.
Dengan
melihat kandungan oksigen yang terlarut didalam air dapat ditentukan seberapa
jauh tingkat pencemaran air lingkungan telah terjadi cara yang ditempuh adalah
dengan uji:
Ø COD,singkatan
dari chemical oxygen demand,atau
kebutuhan oksigen kimia untuk reaksi oksidasi terhadap bahan buangan didalam
air.
Ø BOD,singkatan
dari biological oxygen demand,atau
kebutuhan oksigen biologis untuk memecah bahan buangan didalam air oleh
mikroorganisme.
3. Dampak pencemaran lingkungan
Air merupakan salah
satu sumber kehidupan bagi umat manusia.apabila air telah tercemar maka
kehidupan manusia akan terganggu.Ini merupakan bencana besar.Hampir semua
makhluk hidup di muks bumi ini memerlukan air,dari mikroorganisme sampaidengan
mamalia.tanpa air tiada kehidupan dimuka bumi ini.
Jumlah air dimuka
relative konstan meskipun air mangalami pergerakan arus.Air akan mengalami
penguapan.air yang menguap akan terkumpul menjadi awan kemudian jatuh sebagai
air hujan ,air hujan akan langsung bergabung kepermukaan ;adapula yang meresap
masuk kedalam celah batuan masuk kedalam air tanah sehingga menjadi air tanah
,air tanah akan diambil oleh tanaman dan sebagian lagi sebagai mata
air.Walaupun air hujan relative bersih namun dalam perjalanannya seringkali
membawa kotoran pencemaran udara sebagai contohnya adalah hujan asam yang
terjadi dinegara industry maju eropa barat,khususnya jerman.dalam hal ini ada
tiga cara yang digunakan dalam mengamati pencemaran air yaitu:
a) Pengamatan
secara fisis
Yaitu pengamatan air
berdasrkan tingkat kejernihannya atau kekeruhannya,perubahan suhu,perubahan
rasa dan perubahan warna air.
b) Pengamatan
secara kimiawi
Yaitu pengamatan
pencemaran air berdasrkan zat kimia yang terlarut,perubahan pH.
c) Pengamatan
secara biologis
Yaitu pengamatan pencemaran air
berdasarkan mikroorganisme yang ada didalam air.
Air yang tercemar dapat menyebabkan kerugian besar
bagi manusia,kerugian itu berupa:
·
Air menjadi tidak bermanfaat lagi
·
Air menjadi penyebab timbulnya penyakit
Ø Air
menjadi tidak bermanfaat lagi
Bentuk kerugian langsung
antara lain:
·
Air tidak dapat lagi digunakan untuk
keperluan rumah tangga
Andai kata air sudah
tidak memenuhi syarat lagi untuk keperluan rumah tangga,maka rumah tangga akan
berhenti,dan ini merupakan bencana.oleh karna itu pencemaran air harus
diusahakan agar tidak sampai terjadi.pengawasan mutu air harus diperketat.
·
Air tidak dapat digunakan sebagai
keperluan industry
Kalau terjadi
pencemaran air yang mengakibatkan air tersebut tidak dapat digunakan untuk
keperluan industry berarti usaha untuk meningkatkan kehidupan manusia akan
terhambat.
·
Air tidak dapat lagi digunakan untuk
keperluan pertanian
Air tidak dapat lagi
digunakan sebagai air untuk irigasi ,untuk pengaisan persawahan dan kolam
perikanan karna adanya senyawa-senyawa anorganik yang mengakibatkan perubahan
drastic pada pH air.
Ø Air
menjadi penyakit
Air lingkungan yang
kotor karena tercemar oleh berbagai macam komponen pencemar menyebabkan
lingkungan tidak nyaman untuk dihuni.pencemaran air dapat menimbulkan kerugian
yang lebih jauh lagi,yaitu kematian.Kematian dapat terjadi karena pencemaran
air yang terlalu parah sehingga air telah menjadi penyebab berbagai macam
penyakit.penyakit yang ditimbulkan oleh pencemaran air ini berupa:
ü Hepatitis
A
ü Pollyomyelitis
ü Cholera
ü Typus
abdominalis
ü Dysentri
amoeba
ü Ascariasis
ü Trachoma
ü Scabies
ü Keracunan
cadmium
ü Keracunan
kobalt
ü Keracunan
air raksa
ü Keracunan
bahan insektisida
4.
Usaha
penaggulangan pencemaran air
1. Membuang Sampah pada Tempatnya
Membuang sampah ke sungai atau selokan akan meyebabkan
aliran airnya terhambat. Akibatnya, samapah akan menumpuk dan membusuk. Sampah
yang membusuk selain menimbulkan bau tidak sedap juga akan menjadi tempat
berkembang biak berbagai jenis penyakit. Selain itu, bisa meyebabkan banjir pada
musim hujan.
Salah satu cara untuk menanggulangi sampah terutama
sampah rumah tangga adalah dengan memanfaatkannya menjadi pupuk kompos.
Sampah-sampah tersebut dipisahkan antara sampah organik dan anorganik.
Selanjutnya, sampah organik ditimbun di dalam tanah
sehingga menjadi kompos. Adapun sampah anorganik seperti plastik dan kaleng
bekas dapat di daur ulang menjadi alat rumah tangga dan barang-barang lainnya.
2. Penanggulangan limbah
industry
Limbah dari industri terutama yang mengandung
bahan-bahan kimia, sebelum dibuang harus diolah terlebih dahulu. Hal tersebut
akan mengurangi bahan pencemar di perairan. Denan demikian, bahan dari limbah
pencemar yang mengandung bahan-bahan yang bersifat racun dapat dihilangkan
sehingga tidak mengganggu ekosistem.
Menempatkan pabrik atau kawasan industri di daerah
yang jauh dari keramaian penduduk. Hal ini dilakukan untuk menghindari pengaruh
buruk dari limbah pabrik dan asap pabrik terhadap kehidupan masyarakat.
3.Penggunaan pupuk dan obat pembasmi hama tanaman yang
sesuai
Pemberian pupuk pada tanaman dapat meningkatkan hasil
pertanian. Namun, di sisi lain dapat menimbulkan pencemaran jika pupuk tersebut
masuk ke perairan. Eutrofikai merupakan salah satu dampak negatif yang
ditimbulkan oleh pupuk buatan yang masuk ke perairan.
Begitu juga dengan penggunaan obat anti hama tanaman.
Jika penggunaannya melebihi dosis yang ditetapkan akan menimbulkan pencemaran.
Selain dapat mencemari lingkungan juga dapat meyebabkan musnahnya organisme
tertentu yang dibutuhkan, seperti bakteri pengurai atau serangga yang membantu
penyerbukan tanaman. Pemberantasan hama secara biologis merupakan salah satu
alternatif yang dapat mengurangi pencemaran dan kerusakan ekosistem pertanian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar