Minggu, 09 Desember 2012

manteklab

ini makalah manteklab gue gaannn


BAB II
PEMBAHSAN

1.Pengertian dasar Pencemaran air
           Planet bumi sebagian besar terdiri atas air karena luas daratan memang lebih kecil di bandingkan dengan luas lautan.makhluk hidup yang ada dibumi ini tidak dapat terlepas dari kebutuhan akan air.air merupakan kebutuhan utama bagi proses kehidupan di bumi ini.Tidak akan ada kehidupan seandainya dibumi ini tidak ada air.Air yang relative bersih sangat didambakan oleh manusia karena baik untuk keperluan hidup sehari-hari,untuk keperluan industry,untuk kebersihan sanitasi kota,maupun untuk keperluan pertanian dan lain sebagainya.
      Dewasa ini air menjadi masalah yang perlu mendapat perhatian yang seksama dan cermat.Untuk mendapatkan air yang baik,sesuai dengan standart tertentu,saat ini menjadi barang yang mahal karena air sudah banyak tercemar oleh bermacam-macam limbah dari hasil kegiatan manusia,baik limbah dari kegiatan rumah tangga maupun dari limbah dari kegiatan industry dan kegiatan lainnya.
           Untuk menetapkan standar air yang bersih tidaklah mudah karena tergantung pada banyak factor  penentu.faktor penentu tersebut antara lain adalah:
a.kegunaan air
·         Air untuk minum
·         Air untuk keperluan rumah tangga
·         Air untuk industry
·         Air untuk mengairi sawah
·         Air untuk kolam perikanan,dll


b.asal sumber air
·         Air dari mata air dipegunungan
·         Air danau
·         Air sungai
·         Air sumur
·         Air hujan dll
Walaupun penetapan standart air yang bersih tidak mudah ,namun ada kesepakatan bahwa air yang bersih tidak ditetapkan pada kemurnian air akan tetapi didasrkan pada keadaan normalnya.apabila terjadi penyimpanagan dari keadaan normal maka hal itu berarti air tersebut telah mengalami pencemaran.Air dari mata air dipegunungan,apabila lokasi pengambilannya lain,akan menghasilkan keadan normal yang lain pula.
          Air yang ada dibumi ini tidak pernah terdapat dalam keadaan murni bersih ,tetapi selalu ada senyawa atau mineral(unsure) lain bumi ini telah tercemar.sebagai contoh,air yang diambil dari mata air dipegunungan dan air hujan.keduanya dapat dianggap sebagai air yang bersih,namun senyawa atau mineral (unsure) yang terdapat didalamnya berlainan seperti tampak pada keterangan berikut ini:
Air hujan mengandung SO4,Cl,NH3,CO2,N2,C,O2,debu
Air dari mata air mengandung Na,Mg,Ca,Fe,O2
          Selain dari pada itu air sering kali juga mengandung bakteri atau mikroorganisme lainnya.air yang mengandung bakteri atau mikroorganisme tidak dapat langsung digunakan sebagai air minum tetapi harus direbus dulu agar bakteri dan mikroorganisme nya mati.Pada batas-batas tertentu air minum justru diharapkan mengandunng mineral agar air itu terasa segar.Air murni tanpa mineral justru tidak enak untuk diminum.
          Berdasarkan uraian tersebut diatas dapat dipahami bahwa air tercemar apabila air tersebut telah menyimpang dari keaadaan normal nya.Keadaan normal air masih tergantung pada factor penentu yaitu  kegunaan air itu sendiri dan asal sumber air.Ukuran air disebut bersih dan tidak tercemar tidak ditentukan oleh kemurnian air.
1.      Indikator pencemaran air
                  Air merupakan kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia dibumi ini sesuai dengan kegunaannya,air dipakai sebagai air minum,untuk mandi dan mencuci air untuk mengari pertanian dan lain-lain.kegunaan air seperti tersebut dimuka termasuk sebagai kegunaan air secara konventional.
                  Selain kegunaan air secara conventional air juga diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia yaitu untuk menunjang kegiatan industru dan tegnologi.Dalam kegiatan industry dan teknologi air digunakan antara lain sebagai berikut:
§  Air proses
§  Air kontiniu
§  Air ketel uap penggerak turbin
§  Air utilitas dan sanitasi
Apabila iar yang dipelukan dalam kegioatan industri dan teknologi itu dalam jumlah yang cukup besar,maka perlu dipikirkan dari mana air tersebut diperoleh.Pengambilan air dari sumber air tidak boleh mengganggu keseimbangan air lingkungan.Faktor keseimbangan air lingkungan ini tidak hanya berkaitan dengan jumlah volume (debit)air yang digunakan saja,tetapi yang lebih penting lagi adalah bagaimana menjaga agar air lingkungan tidak menyimpang dari keadaan nornalnya.
      Didalam kegiatan industri dan teknologi air yang telah digunakan (air limbah industri)tidak boleh langsung dibuang kelingkungan karena dapat menyebabkan pencemaran.Air tersebut harus diolah terlebih dahulu agar mempunyai kualitas yang sama dengan kualiatas air lingkungan .Jadi air limbah industru harus mengalami proses daur ulang sehingga dapat digunakan lagi atau di buang kembali kelingkungan tanpa menyebabkan pencemaran air lingkungan.Apabila  semua kegiatan industry dan teknologi memperhatiakan dan melaksanakan pengolahan air limbah industry dan masyarakat umum juga tidak membuang limbah secara sembarangan maka masalah pencemaran air sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan.Namun dalam kenyataan nya masih banyak industri yang membuang limbah ny kelingkungan melalui sungai,danau,atau langsung ke laut.Pembuangan air limbah secara langsung kelingkunagan inilah yang menjadi penyebab utama terjadinya pencemaran air.Limbah yang masuk ke air lingkungan menyebabkan terjadinya penyimpangan dari keadaan normal air dan ini berarti suatu pencemaran.
Indikator atau tanda bahwa air lingkungan telah tercemar adalah adanya perubahan atau tanda yang dapat diamati melalui :
§  Adanya perubahan suhu air
§  Adanya nya perubahan ph atau konsentrasi ion hydrogen
§  Adanya perubahan warna,bau,dan rasa air
§  Timbulnya endapan,koloida,bahan terlarut
§  Adanya mikroorganisme
§  Meningkatnya radioaktivitas air lingkungan.
Adanya tanda atau perubahan tersebut diatas menunjukan bahwa air telah tercemar.
v  Perubahan suhu air
Dalam kegiatan industry sering kali suatu proses disertai dengan timbulnya panas reaksi atau panas dari suatu gerakan mesin.Agar proses industry dan mesin mesin yang menunjang kegiatan tersebut dapat berjalan baik maka panas yang terjadi harus dihilangkan.Penghilangan panas dilakukan dengan proses pendinginan air.Air pendingin akan pengambil panas yang terjadi.Air yang menjadi panas tersebut kemudian dibuang kelingkungan.Apabila air yang panas tersebut dibuang kesungai maka air sungai akan menjadi panas.air sungai yang suhunya naik akan menggangu kehidupan hewan air dan organism air lainnya karena kadar oksigen yang terlarut dalam air akan turun bersamaan dengan kenaikan suhu.Padahal setiap kehidupan memerlukan oksigen untuk bernapas.oksigen yang terlarut dalam air berasal dari udara yang secara lambat terdifusi kedalam air.Makin tinggi kenaikan suhu air makin sedikit oksigen yang terlarut didalamnya.
v  Perubahan ph atau konsentrasi ion hydrogen
Air normal yang memenuhi syarat untuk suatu kehidupn berkisar antara 6,5-7,5.Air dapat bersifat asam atau basa tergantung pada besar kecilnya ph air atau besar nya konsentrasi ion hydrogen didalam air.air yang mempunyai ph lebih kecil dari ph normal akan bersifat asam,sedangkan air yang mempunyai ph lebih besar dari ph normal akan bersifat basa.Air limbah dan bahan buangan dari kegiatan industry yang dibuang kesungai akan mengubah ph air yang pada akhir nya dapat menggangu kehidupan organism didalam air.

v  Perubahan warna,baud an rasa air
Bahan buangan dan air limbah dari kegiatan industri yang berupa bahan anorganik dan bahan organic sering kali dapat larut didalam air.apabila bahan buangan dan air limbah industry dapat larut dalam air maka akan terjadi perubahan warna air dalam keadaan normal dan bersih tidak akan berwarna,sehingga tampak bening dan jernih.Tingkat pencemaran air tidak mutlak harus tergantung pada warna air,karena bahan buangan industry yang memberikan warna belum tentu lebih berbahaya dari bahan buangan industry yang tidak memberikan warna.Seringkali zat-zat yang beracun justru terdapat didalam bahan buangan industry yang tidak mengakibatkan perubahan warna pada air sehinnga airtetap tampak jernih.
Bau yang keluar dari dalam air dapat langsung berasal dari bahan buangan atau imbah dari kegiatan industry atau dapat pula berasal dari hasil degradasi bahan buangan oleh mikroba yang hidup di dalam air. Bahan buangan industry yang bersifat organic atau bahan buangan dari limbah kegiatan industry pengolahan bahan makanan seringkali menimbulkan bau yang sangat menyengat di hidung. Mikroba di dalam air akan mengubah bahan buangan organic terutama gugus protein, secara degradasi menjadi bahan yang mudah menguap dan berbau. Timbulnya bau pada air lingkungan secara mutlak dapat dipakai sebagai salah satu tanda terjadinya tingkat pencemaran air yang cukup tinggi.
         Air normal yang dapat digunakan untuk suatu kehidupan pada umumnya tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa. Apabila air mempunyai rasa (kecuali air laut) maka hal itu berarti telah terjadi pelarutan sejenis garam-garaman. Air yang mempunyai rasa biasanya berasal dari garam-garam yang terlarut. Bila hal in terjadi, maka berarti juga telah ada pelarutan ion-ion logam yang dapat mengubah konsentrasi ion hydrogen dalam air. Adanya rasa pada air umumnya diikuti pula dengan perubahan pH air.
v  Timbulnya endapan, koloid, dan bahan terlarut
endapan dan koloidal serta bahan terlarutberasal dari adanya bahan buangan industri yang berbentuk padat.Bahan buangan industry yang berbentuk padat kalau tidak dapat larut sempurna akan mengendap didasar sungai dan yang dapat larut sebagian akan menjadi koloidal.Endapan dan koloidal yang melayang didalam air akan menghalangi masuknya sinar matahari kedalam lapisan air.Padahal sinar matahari sangat diperlukan oleh mikroorganisme untuk melakukan proses fotosintesis.Jika tidak ada matahari maka kehidupan akan terganggu.
        Apabila endapan dan koloidal yang terjadi berasal dari bahan buangan organik,maka organisme,dengan bantuan oksigen yang terlarut dalam air,akan melakukan degradasi bahan organik tesebut sehingga menjadi bahan yang lebih sederhana. Dalam hal ini kandungan oksigen yang terlarut di dalam air akan berkurang sehingga organism lain yang memerlukan air akan terganggu pula. Banyaknya oksigen yang diperlukan untuk proses degradasi biokimia disebut dengan Biologycal Oxygen Demand atau disingkat BOD. Pembahasan lebih lanjut tentang BOD dapat dilihat pada bagian lain.
Kalaun bahan buang industri berupa bahan anorganik yang dapat larut maka air akan mendapat tambahan ion-ion logam yang berasal dari bahan anorganik tersebut. Banyak bahan anorganik yang memberikan ion-ion logam berat yang pada umumnya bersifat racun, seperti Cd, Cr, Pb.
v    Mikroorganisme
          Seperti telah dibahas pada bagian sebelumnya, bahwa mikroorganisme sangat berperan dalam proses degradasi bahan buangan dari kegiatan industri yang dibuang ke air lingkungan, baik sungai danau, maupun laut. Kalau bahan buangan yang harus didegredasi cukup banyak, bearti mikroorganisme akan ikut berkembang biak. Pada perkembangbiakan mikroorganisme ini tidak tertutup kemungkinan bahwa mikroba pathogen ikut berkembang pula. Mikroba pathogen adalah penyebab timbulnya berbagai macam penyakit.
v  Meningkatnya Radioaktivitas Air Lingkungan
Mengingat bahwa zat radioactive dapat menyebabkan berbagai macam kerusakan biologis apabila tidak ditangani dengan benar baik melalui efek langsung maupun efek tertunda, maka tidak dibenarkan dan sangat tidaketis bila ada yang membuang bahan sisa radioactive ke lingkungan. Walaupun secara ilmiah radioakifitas lingkungan sudah ada sejak terbentuknya bumi ini, namun kita tidak boleh menambah radioakifitas lingkungn dengan membuang secara sembarangan bahan sisa radioaktif kelingkungan.
3.Komponen Pencemaran Air
Berbagai macam kegiatan industry dan teknologi yang ada saat ini apabila tidak disertai dengan program pengelolaan limbah yang baik akan memungkinkan terjadinya pencemaran air. Bahan buangan dan air linbah yang berasal dari kegitan industry adalah penyebab utama terjadinya pencemaran air. Komponen pencemaran air itu dikelompokan menjadi:
A.    Bahan buangan padat
B.     Bahan buangan organic
C.     Bahan buangan anorganik
D.    Bahan buangan olahan bahan makanan
E.     Bahan buangan cairan berminyak
F.      Bahan buangan zat kimia
G.    Bahan buangan berupa panas
A.    Bahan Buangan Padat
Bahan buangan padat yang dimaksudkan adalah bahan buangan yang berbentuk padat, baik uyang kasar (butiran besar) maupun yang halus (butiran kecil). Kedua macam bahan buangan padat tersebut apabila dibuang ke air lingkungan (sungai) maka kemungkinan yang dapat terjadi adalah:


a.            Pelarut bahan buangan padat oleh air
Apabila bahan buangan padat larut di dalam air, maka kepekatan air atau berat jenis cairan akan naik. Adakalnya pelarutan bahan buangan padat ke dalam air akan disertai pula dengan perubahan warna air. Air yang mengandung larutan pekat dan berwarna gelap akan mengurangi penetrasi sinar matahari ke dalam air.
                                                                         
b.      Pengendapan bahan buangan   padat di dasar air
Kalau bahan buangan padat berbentuk kasar (butiran besar) dan berat serta tidak larut dalam air maka bahan buangan tarsebut akan mengendap ke dasar sungai. Dengan adanya endapan tersebut dapat menghalangi sumber makanan yang ada di dasar sungai sehingga jumlah makanan bagi ikan menjadi berkurang. Populasi ikan akan menyusut.
c.Pembentukan koloidal yang melayang dalam air
Koloidal terjadi karena bahan buangan padat yang berbentuk halus (butiran kecil) sebagian ada yang larut dan sebagian lagi tidak dapat larut dan tidak dapat mengendap, jadi koloidal ini melayang di dalam air sehingga air menjadi keruh.
B.Bahan Buangan Organik
Bahan buangan organic pada umumnya berupa limabah yang dapat membusuk atau terdegradasi oleh mikroorganisme. Oleh karena itu bahan buangan organic dapat membusuk maka akan sangat bijaksana apabila bahn buangan yang termasuk kelompok ini tidak dibuang ke air lingkungan karena akan dapat menaikan populasi mikroorganisme ke dalam air. Bahan buangan organic sebaiknya dikumpulkan untuk diproses menjadi pupuk buatan (kompos).
C.Bahan Buangan Anorganik
Bahan buangan anorganik pada umumnya berupa limbah yang tidak dapat membusuk dan sulit didegradasi oleh mikrkoorganisme. Apanila bahan buangan anorganik ini  masuk ke air lingkungan maka akan terjadi peningakatan jumlah ion logam di dalam air, yang melibatkan penggunaan unsur-unsur logam seperti Timbah (Pb), Arsen (As), Kaddnium (Cd), Air raksa (Hg), Kroom (Cr), Nikel (Ni), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), Kobalt (Co), dan lain-lain. Industry elektronika, electroplating danindustri kimia banyak menggunakan unsure-unsur logam tersebut di atas.
Kandungan ion kalsium (Ca) dan ion Magnesium (Mg) di dalam air menyebabkan air bersifat sadah. Kesahan   air yang tinggi dapat merugikan karena dapat merusak peralatan yang terbuat dari besi, yaitu melalui prosespengkaratan (korosi).
Air sadah juga mudah menimbulkan endapan atau kerak pada peralatan proses, seperti tangki/bejana air, ketel uap, pipa penyaluran dan lain sebagainya. Apabila ion-ion logam yang terjadi di dalam air berasal dari logam berat maupun logan bersifat racun seprti timbale (Pb), Arsen (As), dan air raksa (Hg), maka air yang mengandung ion-ion logam tersebut sangat bahaya bagi tubuh manusia. Air tersebut tidak dapat digunakan sebagai air minum.
D.Bahan Buangan Olahan Bahan Makanan
Sebenarnya bahan buangan olahan bahan makanan dapat juga dimasukkan ke dalam kelompok bahan buangan organik ; namun dalam hal ini sengaja dipisahkan karena bahan buangan olahan bahan makanan sering kali menimbulkan bau busuk yang menyengat hidung. Oleh karena bahan buangan ini bersifat borganik maka mudah membusuk dan dapat terdegradasi oleh mikroorganisme. Apabila bahan buangan olahan bahan makanan mengandung protein dan gugus amin (pada umumnya memang mengandung protein dan gugus amin) maka pada saat didegradasi oleh mikroorganisme akan terurai menjadi senyawa yang menguap dan berbau busuk.
        Air lingkunan yang mengandung bahan buangan olahan bahan makanan akan mengandung banyak mikroorganisme, termasuk pula di dalamnya bakteri pathogen. Mengingat akan hal ini maka pembuangan limbah yang berasal dari industry pengolahan bahan makanan perlu mendapat pengawasan yang seksama agar bakteri pathogen yang berbahaya bagi manusia tidak berkembang biak ke dalam air lingkungan.

E.Bahan Buangan Cairan Berminyak
Bahan buangan cairan berminyak yang dibuang ke air lingkungan akan mengapung menutupi permukaan air. Kalau bahan buangan cairan berminyak mengandung senyawa yang volatile maka akan terjadi penguapan dan luasan permukaan minyak yang menutupi permukaan air akan menyusut. Penyusutan luasan permukaan ini tergantung pada jenis minyaknya dan waktu. Lapisan minyak yang menutupi permukaan air dapat juga terdegradasi oleh mikroorganisme tertentu, namun memerlukan waktu yang cukup lama.  
F.Bahan buangan zat kimia
Bahan buangan zat kimia banyak ragamnya,tetapi yang dimaksud dalam kelompok ini adalah bahan pencemar air yang berupa:
Ø  Sabun (deterjen,syampo dan bahan pembersih lainnya)
Ø  Bahan pemberantas hama (insektisida)
Ø  Zat warna kimia
Ø  Larutan penyamak kulit
Ø  Zat radioaktif
Keberadaann bahan buangan zat kimia tersebut didalam air lingkungan jelas merupakan
Racun yang mengganggu dan bahkan dapat mematikan hewan air,tanaman air dan juga mungkin manusia.
2.      Pengertian COD dan BOD
Kehidupan mikroorganisme,serpti ikan dan hewan air lainnya,tidak terlepas dari kandungan oksigen yang terlarut didalam air.Air yang tidak mengandung oksigen tidak akan memberikan kehidupan bagi mikroorganisme,ikan dan hewan air lainnya,oksigen yang terlarut didalam air sangat penting artinya bagi kehidupan.
Dengan melihat kandungan oksigen yang terlarut didalam air dapat ditentukan seberapa jauh tingkat pencemaran air lingkungan telah terjadi cara yang ditempuh adalah dengan uji:
Ø  COD,singkatan dari chemical oxygen demand,atau kebutuhan oksigen kimia untuk reaksi oksidasi terhadap bahan buangan didalam air.
Ø  BOD,singkatan dari biological oxygen demand,atau kebutuhan oksigen biologis untuk memecah bahan buangan didalam air oleh mikroorganisme.
3.      Dampak pencemaran lingkungan
Air merupakan salah satu sumber kehidupan bagi umat manusia.apabila air telah tercemar maka kehidupan manusia akan terganggu.Ini merupakan bencana besar.Hampir semua makhluk hidup di muks bumi ini memerlukan air,dari mikroorganisme sampaidengan mamalia.tanpa air tiada kehidupan dimuka bumi ini.
Jumlah air dimuka relative konstan meskipun air mangalami pergerakan arus.Air akan mengalami penguapan.air yang menguap akan terkumpul menjadi awan kemudian jatuh sebagai air hujan ,air hujan akan langsung bergabung kepermukaan ;adapula yang meresap masuk kedalam celah batuan masuk kedalam air tanah sehingga menjadi air tanah ,air tanah akan diambil oleh tanaman dan sebagian lagi sebagai mata air.Walaupun air hujan relative bersih namun dalam perjalanannya seringkali membawa kotoran pencemaran udara sebagai contohnya adalah hujan asam yang terjadi dinegara industry maju eropa barat,khususnya jerman.dalam hal ini ada tiga cara yang digunakan dalam mengamati pencemaran air yaitu:
a)      Pengamatan secara fisis
Yaitu pengamatan air berdasrkan tingkat kejernihannya atau kekeruhannya,perubahan suhu,perubahan rasa dan perubahan warna air.
b)      Pengamatan secara kimiawi
Yaitu pengamatan pencemaran air berdasrkan zat kimia yang terlarut,perubahan pH.
c)      Pengamatan secara biologis
Yaitu pengamatan pencemaran air berdasarkan mikroorganisme yang ada didalam air.
                  Air yang tercemar dapat menyebabkan kerugian besar bagi manusia,kerugian itu berupa:
·         Air menjadi tidak bermanfaat lagi
·         Air menjadi penyebab timbulnya penyakit

Ø  Air menjadi tidak bermanfaat lagi
Bentuk kerugian langsung antara lain:
·         Air tidak dapat lagi digunakan untuk keperluan rumah tangga
Andai kata air sudah tidak memenuhi syarat lagi untuk keperluan rumah tangga,maka rumah tangga akan berhenti,dan ini merupakan bencana.oleh karna itu pencemaran air harus diusahakan agar tidak sampai terjadi.pengawasan mutu air harus diperketat.
·         Air tidak dapat digunakan sebagai keperluan industry
Kalau terjadi pencemaran air yang mengakibatkan air tersebut tidak dapat digunakan untuk keperluan industry berarti usaha untuk meningkatkan kehidupan manusia akan terhambat.
·         Air tidak dapat lagi digunakan untuk keperluan pertanian
Air tidak dapat lagi digunakan sebagai air untuk irigasi ,untuk pengaisan persawahan dan kolam perikanan karna adanya senyawa-senyawa anorganik yang mengakibatkan perubahan drastic pada pH air.
Ø  Air menjadi penyakit
Air lingkungan yang kotor karena tercemar oleh berbagai macam komponen pencemar menyebabkan lingkungan tidak nyaman untuk dihuni.pencemaran air dapat menimbulkan kerugian yang lebih jauh lagi,yaitu kematian.Kematian dapat terjadi karena pencemaran air yang terlalu parah sehingga air telah menjadi penyebab berbagai macam penyakit.penyakit yang ditimbulkan oleh pencemaran air ini berupa:
*      Penyakit menular
ü  Hepatitis A
ü  Pollyomyelitis
ü  Cholera
ü  Typus abdominalis
ü  Dysentri amoeba
ü  Ascariasis
ü  Trachoma
ü  Scabies
*      Penyakit tidak menular
ü  Keracunan cadmium
ü  Keracunan kobalt
ü  Keracunan air raksa
ü  Keracunan bahan insektisida
4.      Usaha penaggulangan pencemaran air
1. Membuang Sampah pada Tempatnya
Membuang sampah ke sungai atau selokan akan meyebabkan aliran airnya terhambat. Akibatnya, samapah akan menumpuk dan membusuk. Sampah yang membusuk selain menimbulkan bau tidak sedap juga akan menjadi tempat berkembang biak berbagai jenis penyakit. Selain itu, bisa meyebabkan banjir pada musim hujan.
Salah satu cara untuk menanggulangi sampah terutama sampah rumah tangga adalah dengan memanfaatkannya menjadi pupuk kompos. Sampah-sampah tersebut dipisahkan antara sampah organik dan anorganik.
Selanjutnya, sampah organik ditimbun di dalam tanah sehingga menjadi kompos. Adapun sampah anorganik seperti plastik dan kaleng bekas dapat di daur ulang menjadi alat rumah tangga dan barang-barang lainnya.

2. Penanggulangan limbah industry
Limbah dari industri terutama yang mengandung bahan-bahan kimia, sebelum dibuang harus diolah terlebih dahulu. Hal tersebut akan mengurangi bahan pencemar di perairan. Denan demikian, bahan dari limbah pencemar yang mengandung bahan-bahan yang bersifat racun dapat dihilangkan sehingga tidak mengganggu ekosistem.
Menempatkan pabrik atau kawasan industri di daerah yang jauh dari keramaian penduduk. Hal ini dilakukan untuk menghindari pengaruh buruk dari limbah pabrik dan asap pabrik terhadap kehidupan masyarakat.
3.Penggunaan pupuk dan obat pembasmi hama tanaman yang sesuai
Pemberian pupuk pada tanaman dapat meningkatkan hasil pertanian. Namun, di sisi lain dapat menimbulkan pencemaran jika pupuk tersebut masuk ke perairan. Eutrofikai merupakan salah satu dampak negatif yang ditimbulkan oleh pupuk buatan yang masuk ke perairan.
Begitu juga dengan penggunaan obat anti hama tanaman. Jika penggunaannya melebihi dosis yang ditetapkan akan menimbulkan pencemaran. Selain dapat mencemari lingkungan juga dapat meyebabkan musnahnya organisme tertentu yang dibutuhkan, seperti bakteri pengurai atau serangga yang membantu penyerbukan tanaman. Pemberantasan hama secara biologis merupakan salah satu alternatif yang dapat mengurangi pencemaran dan kerusakan ekosistem pertanian.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar